Kesehatan

Mengenal TENS untuk Mengatasi Berbagai Permasalahan Nyeri

 

 

Terapi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) belakangan ini terbilang cukup populer dalam dunia medis dan efektif dalam membantu berbagai permasalahan nyeri. Dengan memanfaatkan penggunaan arus listrik, terapi tersebut sangat efektif dalam meredakan rasa sakit pasien. Untuk Anda di rumah yang mungkin penasaran mengenai TENS, mari menyimak detail ulasan lengkapnya di artikel berikut ini. 

 

Seluk beluk TENS dalam mengatasi masalah nyeri 

TENS merupakan terapi dengan menggunakan arus listrik tegangan rendah dalam membantu meredakan nyeri. Dalam penggunaannya, terapi satu ini biasanya digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri dan kejang otot yang disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu. Seperti kondisi artristis/radang sendi, nyeri haid, nyeri panggul, nyeri lutut, back pain dan masih banyak lagi. Agar Anda lebih paham mengenai TENS, berikut penjelasan mengenai cara kerja, prosedur dan siapa saja yang tidak boleh menjalani terapi tersebut. 

Cara kerja TENS

Ketika melakukan terapi khusus TENS, biasanya menggunakan mesin berukuran kecil bernama TENS unit. Nantinya, mesin tersebut akan membantu menghantarkan arus listrik bervoltase rendah ke dalam sistem saraf. Adapun cara kerjanya sendiri, yakni memasukkan arus listrik ke tubuh lewat dua elektroda yang ditempelkan ke kulit. Dalam penggunaannya, alat TENS ini akan bekerja dengan menggunakan teori endorfin dan gate control.

Sehingga ketika ada produksi endorfin tersebut, menjadikan pasien akan merasa lebih nyaman dan mampu meredakan rasa nyeri yang dideritanya. Bahkan, hal inilah yang juga akan membuat pasien bisa tertidur selama menjalani proses terapi tersebut dan menjadikannya lebih rileks. Sedangkan dalam teori gate control, terapi ini nantinya akan menstimulasi serat A- β dan mengaktifkan sistem penekanan rasa sakit. 

Prosedur TENS

Bagi pasien yang ingin menjalani terapi khusus TENS satu ini, maka disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/fisioterapis yang ahli. Hal ini bukan tanpa alasan, yakni agar terapi tersebut bisa dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh pasien. Adapun mengenai prosedur dalam melakukan terapi tersebut, di antaranya sebagai berikut.

  • Menempelkan elektroda TENS ke bagian permukaan kulit tubuh yang terasa sakit dan nyeri.
  • Menyalakan mesin TENS untuk menghantarkan aliran listrik tegangan rendah. Biasanya, pasien akan merasakan sensasi kesemutan ketika terapi tersebut dilakukan.
  • Mesin TENS yang digunakan nantinya akan diatur sedemikian rupa dari mulai intensitas, frekuensi dan durasi aliran listrik di dalamnya.
  • Dalam kondisi tertentu seperti ketika mengemudi, mengoperasikan mesin tertentu, berendam dan mandi, tidak disarankan untuk menggunakan alat TENS.  

Mereka yang tidak boleh menjalani prosedur TENS

Walaupun TENS dikatakan efektif mengurangi rasa sakit dan nyeri, namun ada orang-orang yang tidak boleh menjalani terapi tersebut. Beberapa orang yang tidak disarankan menjalani prosedur TENS antara lain ibu hamil, penderita gangguan epilepsi, penyakit jantung, orang dengan menggunakan alat pacu jantung/implan dan lain-ain. Jika tetap dilakukan, maka dikhawatirkan akan menyebabkan risiko fatal bagi diri pasien. 

Demikian informasi menarik seputar TENS yang mampu mengatasi permasalahan nyeri. Jika Anda ingin menggunakan terapi tersebut untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga sedang, bisa menggunakan alat TENS dari OMRON yang bisa digunakan dengan mudah di rumah sendiri. Alat TENS Omron juga mudah juga dibawa bepergian karena bentuknya yang ringkas, ringan serta kecil.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *